Lock Down

Rp50.000 Rp17.500

Virus Mahkota
Perang global umat manusia melawan pandemi novel coronavirus 2019 atau Covid-19 masih terus berlangsung. Belum terlihat tanda-tanda kemenangan. Virus yang dalam bahasa Spanyol berarti ‘mahkota’ itu, masih merajalela. Pasukan parasit tak kasat mata ini ternyata tak mudah ditundukkan. Dalam 94 hari sejak kemunculannya di Wuhan, China, balatentara virus ini telah menginvasi 190 negara. Korbannya menembus angka satu juta jiwa dan mengakibatkan 53 ribu lebih kematian. Dampak lain dari perang melawan pandemi ini juga tak kalah dahsyat. Nilai tukar mata uang tergoncang, laju ekonomi seret, ancaman resesi kini menghantui dunia, terutama negara-negara dengan pondasi ekonomi rentan, seperti Indonesia. Sambil menunggu para ahli menciptakan vaksin penawar, invasi ini hanya bisa diredam dengan merevolusi model hubungan antarsesama manusia. Relasi akrab antarmanusia melalui jabat tangan, cikipa-cipiki dan berpelukan terpaksa harus dihindari. Demikian juga, interaksi manusia dalam jumlah banyak. Masing-masing individu harus menjaga jarak.

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan, memilih opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memerangi wabah ini. Sebelumnya, banyak yang menyarankan agar Indonesia menempuh langkah yang lebih ektrem. Kalahkan dulu pertimbangan bisnis dan investasi, fokus pada penyelamatan nyawa masyarakat. Pilihan social distancing ini dinilai terlalu ‘moderat’. Dengan tingkat kepatuhan masyarakat yang relatif rendah, banyak yang ragu langkah ini bakal efektif. Lagi pula, opsi PSBB sudah diterapkan jauh hari oleh sejumlah daerah. Terbukti, invasi virus mahkota ini belum juga berhasil dikendalikan. Karantina wilayah dinilai jauh lebih baik. Tapi memang ada konsekuensinya. Negara harus mengeluarkan ‘biaya perang’ lebih
besar. Harus menjamin kebutuhan pokok masyarakat selama karantina. Terlepas dari itu, pemerintah telah memutuskan. Keputusan itu pastilah atas pertimbangan plus minus kekuatan Indonesia dalam perang ini. Semoga saja, pilihan kebijakan pemerintah ini dapat segera mengatasi wabah Covid-19.

Unduh untuk melihat selengkapnya..

Qty:
Compare

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Lock Down”

Your email address will not be published. Required fields are marked *