Duh Inkar

Rp50.000 Rp18.500

Dalam sebuah negara demokrasi, janji politik adalah hal yang niscaya. Paul B. Kleden: 2013, mengatakan, politik tanpa janji adalah politik yang buruk . Sayangnya, banyak sekali politisi yang suka mengumbar janji. Soal ditepati atau tidak, itu nomor kesekian.
Ingkar janji dalam politik bukan hanya fenomena khas Indonesia. Guru besar Ilmu Politik Universitas Chicago Susan C. Stokes (2001) pernah melakukan penelitian terhadap pemilihan pre-
siden di 15 Negara Amerika Latin selama kurun waktu 1982-1995.
Hasilnya, terjadi pengingkaran yang cukup tinggi atas janji-janji kampanye.
Demokrasi perwakilan masih menghadapi tantangan besar, dis-
connected electoral. Terputusnya relasi antara wakil rakyat dengan rakyat yang memilihnya. Antara pemimpin dengan orang yang mendaulatnya menjadi pemimpin. Tidak linier, tidak satu napas.
Tak heran, banyak sekali kejadian, sebuah kebijakan yang diputuskan oleh pemimpin bertentangan dengan apa yang menjadi aspirasi dan keinginan dari rakyat yang dipimpinnya. Kadang
bahkan berlawanan dengan janji politik sang pemimpin itu.
Demokrasi berarti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Saat ini, demokrasi itu sudah jelas dari rakyat, jelas pula oleh rakyat. Hanya satu yang tidak pernah jelas, yakni untuk rakyat.
Janji politik mestinya harus disesuaikan dengan politik janji. Proses politik untuk menentukan janji politik mana saja yang aksesibel dikerjakan dan dapat dipenuhi. Janganlah membuat janji politik yang tidak bisa dipenuhi.
Jika realisasi janji politik menjadi variabel kunci mengukur kejujuran seorang pemimpin. Makanya, ada saran bijak. Seorang pemimpin jangan mudah mengumbar janji. Janji adalah utang yang harus ditunaikan.
Tapi itu hanya dalam tataran idealisme belaka. Janji adalah utang sepertinya tidak berlaku di ranah politik. Kancah politik itu lebih mirip syair lagu campur sari; ‘Pagi dele, sore tempe!’
Tingkah banyak politisi saat ini persis seperti ungkapan William Shakespeare dalam “As You Like It” abad ke-16, “Dia menulis ungkapan berani, bicara dengan kata-kata berani, bersumpah dengan sumpah berani, dan melanggarnya dengan berani.”

Qty:
Compare
Categories: ,

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Duh Inkar”